TKI Menunggu, Pemerintah Buntu

oleh: Reza Pratama Riansyah

TKI,,, Tenaga Kerja Indonesia yang mencoba mengadu nasib di negeri orang. Tenaga Kerja Indonesia menjadi seorang pahlawan devisa untuk negaranya. Tetapi gelar pahlawan devisa yang melekat pada diri mereka pun itu tidak membuat mereka bangga akan gelar itu. Karena gelar yang mereka dapat itu sungguh tidaklah seimbang dengan perlakuan yang mereka terima di tempat mereka bekerja.

Sebagai contoh perlakuan yang mereka terima adalah kekerasan (baik secara fisik dan mental) di tempat mereka bekerja, dan sampai saat ini pula parahnya pemerintah Indonesia sendiri masih belum bisa berbuat banyak untuk dapat menjamin hak asasi manusia bagi warga negara kita yang menjadi TKI di negeri orang.

Antara News memaut kolam mengenai Kasus penganiyaan yang dialami TKI di luar negeri itu adalah hal yang selalu berulang karena belum ada perundingan yang memadai dari pemerintah. Kompas.Ada seorang TKI yang berhasil lolos dari hukuman pancung di Uni Emirat Arab (UEA) yaitu Rosita Siti Saadah (29), kini ia bisa bernapas lega setelah 20 tahun ditahan di Fujariah.

Namun lain halnya dengan warga negara Indonesia yang mengalami ketidakberuntungan adalah kasus Ruhyati. Kemarin yang merupakan keteledoran dari pemerintah Indonesia juga, padahal masih banyak TKI kita yang sedang menunggu untuk dieksekusi, tetapi pemerintahpun masih belum banyak berbuat sesuatu.

Berikut ini adalah presentase kasus kekerasan yang dialami oleh TKI dilihat dari tempat dimana mereka bekerja, menurut harian kompas:

  1. Oman                                      : 9,55%
  2. Qatar                                       : 6,06%
  3. Uni Emirat Arab (UEA)        : 5,15%
  4. Taiwan                                    : 3,46%
  5. Bahrain                                    : 2,33%
  6. Arab Saudi                              : 2,30%
  7. Singapura                                : 2,94%
  8. Hongkong                                : 1,87%
  9. Malaysia                                  : 0,12%
  10. Suriah                                      : 0,20%
  11. Brunei Darussalam                  : 0,25%
  12. Korea Selatan                          : 0,03%

Kompas.com memuat bahwa Presiden didesak segera melakukan langkah pembelaan terhadap 28 TKI yang kini menunggu hukuman mati di Arab Saudi, menurut Anis, Direktur Utama Migrant Care.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s