Kritis atau Dikritisi ???

Oleh : Asep Rudi Casmana_PPKn NR’10
Kritis ?? itulah sebuah kata yang ditujukan kepada seluruh mahasiswa di Negeri ini untuk dapat bersikap kritis. Karena mahasiswa adalah seseorang yang berpendidikan yang dapat mewarisi sebuah peradaban di negara bahkan didunia. Ia juga mendapat dijulukan sebagai agent of change. Peranan mahasiswa dalam pergerakan nasional sangat penting, namun mayoritas mahasiswa tersebut masih berfikir sempit, sehingga para mahasiswa tersebut harus merubah semua polapikirnya menjadi kritis, terbuka dan empati terhadap problematika yang sedang terjadi. Jika itu tidak terjadi maka bangsa ini akan menjadi sebuah bangsa yang terpuruk.
Mungkin salahsatu penyebab dari keterpurukan tersebut karena bangsa ini telah mengalami demoralisasi. Sehingga para mahasiswa harus meningkatkan kualitas mereka menjadi lebih baik, entah itu dibidang akademik maupun non akademiknya. Dengan meningkatnya kualitas mahasiswanya, maka secara ridak langsung merekapun ikut serta dalam menangani problematika bangsa ini.
Indonesia memiliki sebuah masalah yang sangat serius, yaitu ketidak percayaan terhadap pemerintah ataupun terhadap produk dalam negeri. Mereka berasumsi bahwa semua program-program yang direalisasikan sebagai bentuk dari kebijakan pemerintah itu dianggap salah. Namun mereka tidak mempunyai alasan-alasan yang kongkret dari apa yang mereka sampaikan, mereka hanya mendapatkan sumber-sumber tersebut dari media masa yang terkadang bertentangan dengan kenyataan. Salahsatu dari anggota DPR-RI komisi X yaitu Bapak Dedy Gumelar mengatakan bahwa mahasiswa harus proporsional terutama dalam hal informasi dari media masa, Jangan dulu ditelan mentah-mentah dan terburu-buru menyimpulkan bahwa info tersebut benar tanpa melakukan sebuah kajian terlebih dahulu. Karena menurut beliau bahwa media masa itu selalu “Lebay” dalam menulis sebuah berita.
Salah satu cara yang dapat melatih sikap mahasiswa untuk dapat kritis adalah ketika berdiskusi dalam kelompok besar, entah itu dikelas ataupun disebuah organisasi. Dalam diskusi itu mahasiswa bertanya tentang materi-materi yang disampaikan dan juga memberika sanggahan atas materi tersebut. Namun ketika kita bertanya kepada para penyaji itu harus bisa membedakan antara pertanyaan yang ditujukan kepada penyaji yang berupa meminta pendapat dan pertanyaan yang ditujukan kepada pemerintah yang berupa kritikan. itu merupakan sedikit ilustrasi yang menunjukan sikap kritis mahasiswa dilingkungan kelas.
Mahasiswa juga dituntut untuk mengembangkan sikap dan kemampuan agar mampu memberikan teladan bagi bangsa ini. Nasib bangsa Indonesia sangat tergantung dari apakah bangsa ini berhasil membangun kehidupan yang demokratis, pluralistik, dan benar-benar mewujudkan solidaritas sosial. Di sinilah peran dan tugas mahasiswa sangat besar untuk ikut mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
Mahasiswa adalah generasi penerus yang akan berperan sebagai calon pemimpin bangsa. Diperlukan suatu sikap kemandirian, mampu mengembangkan diri sendiri, dan mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Mahasiswa mempunyai kepekaan dan antusiasme tinggi sebagai modal yang sangat baik untuk menampilkan mental kemandirian. Indonesia adalah negara dengan dimensi yang sangat kompleks. Karena itu, kontribusi mahasiswa sangat besar sebagai calon pemimpin masa depan untuk bersama-sama mencari solusi berbagai problematika bangsa. Tanggung jawab kita adalah menyelesaikan masalah-masalah tersebut dalam lingkup masing-masing sesuai dengan bidang yang ditekuninya.
Kata kemandirian bangsa baik di kalangan pengelola perguruan tingginya dengan otonomi kampus, kemandirian dosen-dosennya, maupun mahasiswanya yang di antara mereka akan menggantikan posisi-posisi pemimpin Indonesia masa depan
Karena itu, mahasiswa harus berjuang keras untuk maju dan memiliki visi untuk maju itu sendiri di kalangan mereka. Sikap mandiri itu juga akan menjadi landasan untuk menyelesaikan persoalan bangsa ini.

Hidup Mahasiswa!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s